10 Berita Pemerkosaan

1. Polisi Dalami Kasus Pemerkosaan Gadis 14 Tahun

Kamis, 13 Oktober 2011 09:48 wib
ilustrasi pemerkosaan
JAKARTA – Kasus yang menimpa gadis berusia 14 tahun berinisial Mer, sebelumnya dilaporkan orangtua ke Polres Jakarta Barat, Kamis (6/10), sebagai orang hilang.
Setelah korban kembali ke orangtuanya dan mengaku diperkosa kenalannya, oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat, korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA)  Polres Jakarta Barat, AKP Budi Setyadi, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan, kami akan segera memanggil Rusli dan Hermansyah (diduga pelaku pemerkosa),” ucapnya dengan singkat kepada okezone, Kamis (13/10/2011)

Diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut berawal saat pertemuan Mer dengan seorang pria yang mengajaknya bertemu di sebuah pusat perbelanjaan.

Usai bertemu pria dan bosnya yang diketahui bernama Er tersebut, Mer lalu dibawa ke sebuah diskotik di kawasan Jakarta. Namun sebelum ke diskotik, korban mengaku dibawa makan ke sebuah Rumah Makan Padang.

Saat menyantap makanan, makanan dan minuman Mer diberi obat bius. Sehingga korban tak sadarkan diri, dan ketika terjaga, Mer kaget ada darah saat buang air kecil dan badannya merah-merah bekas cumbuan.

2. Siswi SMP Korban Pemerkosaan di Diskotik Alami Trauma

Rabu, 12 Oktober 2011 16:09 wib
JAKARTA- Siswi SMP korban pemerkosaandi Diskotik, Mer (14) mengalami trauma mendalam.Saat ini korban berada di rumahnya yang sederhana di Jalan Puspa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. “Saya trauma Mas, apalagi dia (pelaku) belum ditangkap polisi,” kata Mer saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/10/2011).Menurut korban, Dia tidak percaya pelaku, Er tega melakukan perbuatan tersebut. “Waktu di kamar saya tidak sadar dan tidak tahu apa yang dia lakukan kepada saya, karena saya diberi obat,” tambahnyaSementara itu, Ibu Mer, Rustan Banjarnahor, meminta polisi secepatnya menangkap pemerkosa anaknya tersebut. Karena takut anaknya trauma berat ketika bertemu dengan pelaku. “Saya minta wartawan jangan hanya meliput, tapi bantu kami, karena anak saya juga masih dibawah umur,” pintanya.Dia juga berharap, pelaku dapat dihukum seberat-beratnya, terlebih hasil visum dari dokter ada kerobekan di selaput daranya.

3. Perkosaan di Angkot, Dishub & Polisi Hanya Lip Service

Sabtu, 8 Oktober 2011 23:27 wib

demo pemerkosaan di Bundaran HI (Foto: K Yudha W/okezone)

DEPOK – Belum luput insiden perkosaan yang terjadi di sebuah angkutan kota yang dialami oleh penumpang wanita, baru-baru ini seorang mahasiswi IMI (Institut Musik Indonesia) Novinda Parantika (18) nekat melompat dari angkot, karena takut akan diperkosa.

Menanggapi hal itu, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mempertanyakan kinerja instansi yang terkait mengapa kejadian itu nyaris terulang.

Hal itu, kata dia, lantaran kondisi transportasi darat di perkotaan sudah semakin parah.

“Ini menarik, pada saat Dinas Perhubungan dan polisi sudah mulai mengintervensi dengan mencegah para sopir tembak dan kaca film, tetapi kok malah kejadian lagi. Padahal masyarakat belum lupa, tapi memang ini sudah terlalu parah atau jangan-jangan apa yang sudah dilakukan instansi terkait saat ini hanya lip service, tak ada perubahan,” katanya di Gedung Rektorat UI, Sabtu (8/10/2011).

Adrianus menyebutkan carut marutnya dunia transportasi darat dari mulai izin kir kendaraan yang tak optimal, timer, hingga hubungan pengusaha angkot dengan sopir. Hal itu lanjutnya, diperlukan pembenahan secara komprehensif.

“Nanti kalau dibenahi ujung-ujungnya peningkatan cost, kondisinya sudah terlalu parah,” tegasnya.

Sebelumnya, Novinda Parantika nekat melompat dari angkot M 27 saat akan berangkat kuliah. Akibat melarikan diri dari angkot, dia mengalami luka di bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.

4.Tragis, Gadis ABG Ini Diperkosa Enam Kali

Jum’at, 7 Oktober 2011 03:03 wib
Ilustrasi

SURABAYA – Sungguh bejat kelakuan Andri (30). Warga Jalan Setro Baru, Surabaya ini tega memperkosa Rita (16) tetangganya sendiri sebanyak enam kali.

Menurut Nur (35), paman korban, pelaku memperkosa keponakannya itu sebanyak enam kali dibawah ancaman pelaku.

“Dia memperkosa sudah enam kali. Pertama di hotel selebihnya di semak-semak kawasan Pantai Kenjeran Surabaya,” kata Nur yang mendampingi Rita di Mapolrestabes, Surabaya.Dia menuturkan, peristiwa nahas itu pertama kali menimpa keponakaannya sekitar 23 September lalu. Saat itu, Rita diajak pelaku berjalan-jalan dengan alasan akan dicarikan pekerjaan di sebuah kafe di kawasan Jalan Kenjeran.Tanpa pikir panjang, gadis belia berambut sebahu ini menuruti permintaan Andri. Ternyata bukan dibawa ke kafe tapi malah di masukkan ke hotel dan dicekoki minuman keras sehingga akhirnya diperkosa. Rupanya, kata Nur, kejadian itu pun berlanjut hingga pada tanggal 29 September lalu.”Dari tanggal 23 sampai 29 September sudah 6 kali diperkosa,” tuturnya.Ditambahkannya, pascakejadian pertama kali tersebut, pelakusempat mengancam Rita jika buka mulut maka dia tak segan berbuat sesuatu yang buruk terhadap dirinya. “Saya juga sempat diancam jika tak menurutinya,” sahut Rita yang berada disamping pamannya itu. Andri sendiri saat ini memiliki 3 orang anak yang tinggal berjarak tiga rumah dari rumah korban.Saat ini pria yang bekerja di perusahaan ekspedisi di kawasan Tanjung Perak menjalani penyidikan dari pihak kepolisian. Pihak kepolisian belum mengeluarkan penyataan resmi meski sudah menciduk tersangka di tempat kerjanya itu.

5. Gadis Pendiam Ini Dirudapaksa Tetangganya

Kamis, 6 Oktober 2011 20:36 wib
Ilustrasi pencabulan (Foto: Ist)

SURABAYA- Nasib Nahas menimpa anak baru gede sebut saja Rita (bukan nama sebenarnya) warga Jalan Setro Baru, Surabaya. Gadis yang baru berusia 16 tahun ini dirudapaksa oleh Andri (30).

Ironisnya, Andri adalah tetangga sendiri yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Atas kejadian itu, Rita dengan didampingi keluarga melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polrestabes Surabaya.

Tak menunggu waktu lama, kurang dari 24 Jam polisi langusng menangkap tersangka di tempat kerjanya kawasan Tanjung Perak, Surabaya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kasus perkosaan yang menimpa Rita sebelumnya tidak diketahui oleh pihak keluarga. Maklum Gadis yang baru lulus SMP ini dikenal pendiam.

Namun tiba-tiba Rini mengeluh sakit di bagian kewanitaanya hingga mengalami pendarahan.

“Setelah dipaksa, ternyata dia (Rita) mengaku kalau sudah diperkosa oleh Andri,” kata Sugiyanto kakek korban, setelah melaporkan kejadian itu di  Mapolrestabes Surabaya, Jalan Taman Sikatan I, Kamis (6/10/2011).

Sebelum diperkosa, pria 3 anak ini membujuk Rita untuk diajak jalan-jalan ke pantai Kenjeran. Karena Andri adalah tentangganya maka gadis inipun menurut saja.

Ternyata dengan berbagai bujukan, Rini akhirnya diajak di Hotel. Setibanya di hotel itulah Rita dicekoki minuman keras. Setelah mabuk, Andri pun dapat leluasa melampiaskan nafsu bejatnya itu.

“Pertama dibujuk diajak jalan-jalan ternyata dicekoki minuman keras dan diperkosa,” kata Sugiyanto.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyidikkan atas tragedi perkosaan anak di bawah umur itu. Sementara akibat kejadian itu korban masih mengalami syok berat.

6. Gadis Desa Digilir Dua Pemuda

Jum’at, 30 September 2011 23:25 wib

PAMEKASAN – MA, 18, asal Dusun Jelbutan, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, mendatangi kantor Polres setempat. Perempuan dengan rambut sebahu tersebut, melaporkan diri telah menjadi korban pemerkosaan dua pemuda yang baru dikenal, Kamis malam kemarin.

Tidak hanya mengaku diperkosa, korban yang datang di dampingi oleh tokoh desa setempat, menjelaskan kalau dirinya sesudah diperkosa, juga dirampas harta benda yang dibawanya.

Adapun, beberapa barang berharga yang dibawa kabur oleh pelaku, yakni kalung emas senilai Rp2,4 juta dan telepon seluler (ponsel) senilai Rp 150 ribu. Usai diperkosa dan dipreteli seluruh harta bendanya, oleh kedua pelaku, korban ditelantarkan begitu saja dan ditinggal sendirian di dekat Pasar Palengaan.

Sekretaris kepala desa (sekdes) Campor, Wafi, mengatakan, sebelum kejadian korban sempat mendapat pesan singkat (SMS) dari salah satu korban yang baru dikenal, berinisial FT. Dalam pesan singkatnya, korban diajak janjian keluar oleh FT dengan alasan agar kenal lebih dekat.

“Nah, saat keluar tersebut, korban punya niat yang kurang baik hingga berakhir pada kasus ini (pemerkosaan dan perampasan),” ujarnya.

Wafi menjelaskan, sebelum diperkosa, korban sempat dicegat oleh teman korban yang berjumlah kurang lebih lima orang, tepatnya di sekitar areal persawahan Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan. Korban yang seorang diri, akhirnya dipaksa turun dari motor pelaku, kemudian digilir oleh dua pelaku termasuk FT.

Dalam pengakuannya ke Wafi, korban melihat ada sebanyak enam orang pelaku yang mencegat. Cuma, dari seluruh pelaku yang ada, korban hanya mengenali FT yang hingga kini masih menjadi buronan Polres setempat. Usai diturunkan paksa dan disetubuhi, harta benda korban langsung dibawa kabur.

“Korban tidak mengatahui niat jelek dari FT ya, karena baru saja kenalan lewat SMS dan tak tahunya berujung seperti ini,” ungkapnya.

Wafi menambahkan, pihak korban sudah melakukan visum di RSUD Pamekasan, untuk melengkapi berkas laporan. Dia dan korban berharap, agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti oleh kepolisian. Terpenting, seluruh pelaku yang melakukan aksi kejahatan ditangkap secepatnya.

“Yang jelas korban didampingi oleh saya sudah laporan. Tinggal menunggu hasil akhrinya saja,” tegasnya.

Terpisah, kabag Humas Polres Pamekasan, AKP Supingi, menyatakan masih belum mengetahui secara pasti kasus tersebut. Cuma, bila memang sudah masuk dalam laporan, jelas akan ditindaklanjuti secara tuntas. Apalagi hal tersebut mengandung unsur kriminal.
“Tunggu saja, kalau memang laporan jelas akan ada tindaklanjut,” ucapnya singkat.

7. Jadi Korban Rudapaksa, TKW Malah Dipenjara

Kamis, 6 Oktober 2011 01:04 wib
BANDUNG – Setelah diperkosa dan melahirkan anak akibat pemerkosaan, Siti Rahma malah dipenjara. Inilah nasib nahas yang dialamitenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Siti Rahma, 25, yang kini dipenjara di Riyad Arab Saudi gara-gara melahirkan, setelah sebelumnya diperkosa sopir majikannya, pria asal India.
Rahma sapaan akrab perempuan asal Kampung Pasir Angin RT 3/RW 9, Desa Talun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung itu telah menjadi TKW sejak Mei 2010 yang diberangkatkan oleh perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Inti Japarindo yang berkantor pusat di Jakarta.Perempuan beranak dua itu bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga di Riyad.”Saya mendapatkan kabar dari majikannya akhir Agustus 2011 yang mengatakan anak saya dipenjara setelah melahirkan anak hasil perkosaan sopirnya. Sejak saat itu, saya berusaha mencari kebenaran informasi tersebut termasuk menghubungi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 15 September lalu,” kata Nanang (61), ayah kanung Rahma kepada wartawan, Rabu (5/10/2011).Menurut Nanang, hingga kini dirinya belum mendapatkan informasi kejelasan dari BNP2TKI mengenai keberadaan anaknya. Ia meminta kepada pemerintah agar anaknya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air. Apalagi menurut Nanang anaknya tidak bersalah dan justru menjadi korban dari nafsu bejat sesama perantau.”Sampai sekarang saya belum sempat menyampaikan hal ini kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung. Tapi dalam waktu dekat saya akan segera melapor,” ujarnya.Mengomentari hal ini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Arifin Sobari mengatakan, setiap instansi Pemkab Bandung terkait harus membantu dan wajib memberikan pembelaan terhadap warga Kabupaten Bandung yang memerlukan bantuan perlindungan hukum. Hanya saja, orang tua yang bersangkutan sebelumnya harus menyampaikan laporan anaknya yang tengah dipenjara kepada Disnakertrans Kabupaten Bandung.”Meski TKW yang bersangkutan berangkat lewat PJTKI yang illegal misalnya, tetap saja harus mendapatkan bantuan dan perlindungan hukum dari pemerintah. Saya kira TKW yang mengalami kasus seperti ini karena berangkat menggunakan jasa PJTKI ilegal,” kata Arifin.Menurutnya, Komisi D sendiri siap memfasilitasi keluarga Rahma untuk mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung.

8. Diperkosa 3 Kakek, ABG Hamil 6 Bulan

Kamis, 29 September 2011 22:05 wib
Ilustrasi
BANGKALAN– Tiga orang kakek dilaporkan telah memperkosa gadis yang masih di bawah umur. Ironisnya, gadis yang diperkosa, sebut saja Mawar (12), asal Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, kini dalam keadaan hamil 6 bulan.Para pelaku yang sudah tua renta, diketahui bernama Ismail (65), Maludin (75) dan Abdul Gani (70), semuanya masih tergolong tetangga korban dengan alamat yang sama. Kini, ketiganya mendekam di sel tahanan Polsek Sepulu, guna proses penyidikan lebih lanjut.Kapolsek Sepulu, AKP Sulaiman, menyatakan, kasus tersebut terbongkar setelah korban yang sedang berada di Surabaya, bercerita kepada ibunya yang baru datang dari Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia. Dalam pengakuannya, korban bercerita diperkosa secara bergilir oleh ketiga kakek tersebut.“Usai mendapat laporan dari orang tua korban. Kami langsung menindaklanjuti dan hasilnya besar kemungkinan ketiganya terbukti,” ujarnya.Sulaiman menceritakan kalau Mawar diperkosa di rumah tersangka Ismail. Modus yang dipakai, sebelum diperkosa, korban terlebih dahulu diiming-imingi sejumlah uang. Baru setelah uang diberikan, ketiga pelaku meminta “jatah” menikmati tubuh anak yang masih seumur jaging tersebut.Para pelaku, tambah Sulaiman, mengancam akan menyebarkan aib tersebut kepada seluruh warga. Itupun bila korban tidak mau melayani nafus bejat sang kakek, yang hampir dilakukan setiap minggu. Para pelaku juga sering mengancam secara psikologis, sehingga korban terpaksa melayani keinginan pelaku.“Dari pengakuan korban, para pelaku sering meminta waktu untuk melampiaskan nafsunya sampai akhirnya korban positif hamil,” ungkapnya.Sulaiman menambahkan, takut aib dari kehamilan korban diketahui oleh orang sekampung. Pihak keluarga langsung mengambil langkah inisiatif dengan mengungsikan korban, ke rumah kerabatnya yang ada di kota Surabaya. Belum diketahui pasti, di mana posisi korban sekarang apakah masih di kota Surabaya atau di Desa Prancak.Ketiga pelaku, bakal di jerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang pencabulan anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.“Yang jelas, pihak keluarga yang diwakili oleh orang tua korban sudah melaporkan kasus tersebut. kini sudah kami tangani,” urainya.

Sementara itu, salah satu pelaku, Abdul Gani, dihadapan penyidik Polsek Sepulu, menyatakan terpaksa melakukan tindakan asusila tersebut, karena tergiur oleh kemolekan korban. Terutama saat melintas di depan rumahnya, yang berdekatan dengan rumah pelaku.

“Tapi saya melakukan tidak sendirian, dengan mereka (kedua pelaku) juga secara bergantian,” ucapnya singkat.

9. Pemuda Ini Nekat Perkosa Pelayan Billiard

Sabtu, 24 September 2011 20:08 wib
Ilustrasi mesum (Foto: Agung/okezone)
YOGYAKARTA- Pemuda berinisial UCK (24) harus mendekam di balik jeruji besi Polresta Yogyakarta. Pria asal Bantul ini nekat memperkosa gadis berusia 17 tahun berinisial PR di hotel Pariwisata di Jalan Pasar Kembang Gedongtengen Yogyakarta.Pemerkosaan itu sendiri terjadi pada Jumat 23 September lalu sekira pukul 13.00 WIB. Namun korban yang merupakan warga Balecatur Gamping Sleman, melaporkan nasib tragis yang dialaminya ke polisi malam harinya sekira pukul 20.30 WIB.Polisi yang mendapatkan laporan, melakukan pencarian terhadap pelaku. Alhasil, polisi pun menangkap pelaku beberapa jam setelah korban menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Peremuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Yogyakarta.Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Mustaqim, melalui Kasat Resrim Kompol Donny Siswoyo, membenarkan informasi tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini.”Baru tadi malam kita amankan pelakunya, sekira pukul 23.30 di rumahnya. Saat anggota menangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” tegas Donny, Sabtu (24/9/2011).Donny menceritakan, sebelum kejadian korban yang sudah kenal dengan pelaku diajak cek-in di hotel. Kemudin, korban diajak untuk berhubungan layaknya suami istri. Namun, korban saat itu tidak mau dengan alasan takut.Karena korban menolak, pelaku yang sudah naik libidonya justru memperkosa korban. Bahkan, baju dan celana korban sempat robek lantaran pelaku melepaskan dengan paksa.Sementara itu, penyidik yang melakukan pemeriksaan menceritakan, korban dan pelaku masuk (cek-in) hotel sebelum salat Jumat. Usai jumatan, pelaku yang awalnya hanya ngobrol-ngobrol kemudian menjurus pada aksi mencium korban.”Awalnya cuma itu (ciuman), kemudian pelaku mengajak hubungan badan, tapi korban menolak, terjadilah pemerkosaan,” urai penyidik.Usai melakukan pemerkosaan, pelaku berjanji akan bertanggunjawab jika terjadi sesuatu pada korban. Setelah puas, pelaku mengantarkan korban ke tempat Billiard.

Sementara itu, pelaku mengakui semua perbuatannya yang dituduhkan kepadanya. Meski demikian, pelaku juga mengaku siap menerima apapun konsekuensi yang dilakukannya.

“Khilaf saya mas, saya kenal dia (korban) ya di billiard, tempat dia bekerja. Saya nekat melakukan itu karena saya suka kepadanya,” kata pelaku.

10. Enam Tahun Dipaksa “Layani” Ayah Angkat

Sabtu, 24 September 2011 05:08 wib
Ilustrasi
BELITUNG - Seorang bapak tega menggauli anak angkatnya sendiri. Perbuatan bejat ini bahkan sudah dilakukan selama enam tahun, sejak si anak berusia tujuh tahun.Bunga (nama samaran), terpaksa melayani nafsu bejat ayah angkatnya lantaran takut dengan ancaman Alin, sang ayah. Atas perbuatan kejinya, warga Desa Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung ini pun, Jumat (23/9/2011) siang, digelandang ke Mapolres Belitung.Di hadapan petugas unit Pelayanan Perempuan Dan Anak Polres Belitung, Alin mengakui bahwa dirinya telah menggauli Bunga, sejak anak angkatnya duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar hingga kini berusia 13 tahun.Sedikitnya lima kali dalam seminggu, Alin menggauli Bunga dengan ancaman. Bunga pun tidak berani melawan ataupun bercerita kepada orang lain karena takut dibunuh.Perbuatan bejat Alin ini baru terbongkar, setelah H, ibu kandung Bunga, pulang ke Belitung untuk bertemu dan melihat kondisi anaknya. Saat bertemu putrinya H curiga lantaran Bunga tidak mau kembali ke rumah Alin, setelah bertemu dirinya.“Bunga menolak sambil berkata, aku tidak mau pulang karena sudah terbebas dari sangkar maut,” kata H, menirukan ucapan Bunga.Awalnya, kata dia, Bunga enggan bercerita tentang maksud dari ucapannya. Namun setelah dibujuk, Bunga mengaku bahwa dirinya sudah lama diperkosa Alin. H pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Belitung.Kasat Reskrim Polres Belitung, Akp Nasriadi mengatakan, pelaku akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 Undang–Undang Perlindungan Anak No 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
10 Berita Pencurian
1. Pelaku Bergerak Amat Cepat, 2 Mobil Raib
 Pencurian Mobil Dihalaman Rumah Kost

 Jakarta - Aksi pencurian mobil, kembali terjadi di Jakarta. Kali ini terjadi di sebuah rumah kost di Jalan Kebun Jeruk Raya, Jakarta Barat, Kamis (03/06/10) dini hari tadi. Tidak tanggung-tanggung, kawanan pencuri menggasak sekaligus dua buah mobil milik penghuni kost, yang di parkir di halaman rumah kost, yakni satu mobil Honda Jazz dan satu mobil Avanza. Para penghuni hanya dikejutkan dengan suara keras seperti benturan pagar, hingga berhamburan keluar, namun hanya mendapati kedua mobil telah raib tak berbekas.

Jesica, (27 tahun), dan Tia (30 tahun) Kamis dini hari tadi melaporkan kasus pencurian yang mereka alami ke Polsek Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Dua mobil milik kedua penghuni kost ini raib digasak kawanan pencuri di Jalan Kebun Jeruk Raya, Jakarta Barat.

Peristiwa bermula, saat mobil Honda Jazz warna biru dan Avanza hitam, yang biasa diparkir di halaman rumah kost, tiba-tiba hilang. Hal ini diketahui setelah sebelumnya terdengar suara keras benturan pagar, yang membuat sejumlah penghuni kost keluar. Menurut seorang penghuni kost yang mendengar suara benturan tersebut, peristiwa pencurian mobil berlangsung sangat cepat.

Padahal pagar rumah kost setinggi 2 meter sebelumnya terkunci gembok. Sayangnya, tak seorangpun penghuni kost yang sempat mengenali para pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut.

Kejadian yang baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut ini membuat trauma sejumlah penghuni kost. Sementara itu, petugas dari Polsek Kebun Jeruk masih melakukan perburuan terhadap pelaku yang telah teridentifikasi. Kasus ini ditangani Polsek Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
2. Tertangkap Warga Saat Mencuri

Maling Motor Jadi Bulan-Bulanan

 Jakarta – (Rabu, 12.10.2011) Seorang tersangka pencuri sepeda motor babak belur dikeroyok massa setelah tertangkap basah saat melakukan aksinya Selasa sore dikawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beruntung petugas yang datang ke lokasi segera mengamankan korban sehinga nyawa korban bisa terselamatkan.Amarah warga Kebon Kacang 6, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini tampaknya tak terbendung lagi. Sejumlah pukulan dan tendangan dilakukan kepada pencuri sepeda motor warga setempat.Pelaku yang bernama Hengky itu dikeroyok massa setelah tertangkap tangan, sedang mengorek – ngorek kunci sepeda motor milik tamu, yang sedang berkunjung ke rumah seorang warga setempat, Selasa sore. Warga yang melihat aksi tersangka langsung meneriakinya maling. Warga pun berhamburan dan langsung mengepung tersangka, menghakiminya hingga babak belur.Polisi yang datang ke lokasi segera mengamankan pelaku ke mobil petugas, untuk mengindari aksi amuk warga yang semakin anarkis. Sedangkan teman tersangka berhasil melarikan diri, saat kepergok warga.

3. Pencurian Lukisan Karya Pelukis Ternama Kerap Terjadi

Pencurian karya seni lebih sering terjadi dari yang kita perkirakan, dan tidak semua karya seni yang dicuri berhasil ditemukan lagi.

Rabu, 07 September 2011

http://media.voanews.com/images/480*427/Rembrandts+St+Bartholomew.jpg” alt=”Lukisan Rembrandt’ berjudul ‘St. Bartholomew’ ini pernah dicuri
dari Museum Seni Worcester tahun 1972, tetapi berhasil ditemukan di
sebuah kandang babi.” width=”354″ height=”199″ border=”0″ />

Pada tanggal 19 Maret lalu dua pria berpakaian polisi memasuki Meseum Isabella Stewart Gardner di Boston dan berhasil memborgol dan membekap polisi-polisi penjaga museum. Mereka mencuri 13 karya seni, termasuk tiga lukisan karya Rembrandt. Karya-karya seni yang dicuri lainnya adalah dari Johannes Vermeer, Edouard Manet dan Edgar Degas.

Keseluruhan karya seni yang dicuri tersebut bernilai ratusan juta dolar, dan hingga kini belum berhasil ditemukan lagi, sehingga menjadi kasus pencurian karya seni terbesar dalam sejarah Amerika.

Anthony Amore, pakar keamanan yang mengepalai penyelidikan pencurian di museum itu, dan Tom Mashberg, wartawan penyelidik, menulis buku mengenai sejarah pencurian karya-karya Rembrandt yang berjudul “Stealing Rembrandts: The Untold Stories of Notorious Art Heists.” Buku itu menggali banyak fakta dan kisah menarik mengenai pencurian karya seni.

Sebagai bagian dari penyelidikan kasus pencurian di Museum Isabella Stewart Gardner, Amore mengatakan mulai mengamati segala hal yang terkait dengan pencurian lukisan Rembrandt sejak setengah abad lalu.

“Langkah pertama adalah meneliti catatan-catatan polisi yang lama, menghubungi badan-badan pemerintah, mencermati artikel koran-koran tua, kemudian menghubungi organisasi-organisasi internasional, Interpol, dan sebagainya. Dengan melakukan semua itu, khususnya untuk kasus-kasus pencurian yang sudah lama, para pencuri karya seni bersedia bicara mengenai apa yang telah mereka lakukan,” ujar Amore.

Lebih lanjut, Amore mengatakan menemukan hal-hal menarik mengenai para pencuri karya seni itu. “Orang-orang itu terlibat dalam berbagai jenis pencurian. Mereka juga biasa merampok bank, apotek, mobil berlapis baja yang membawa uang, dan rumah,” paparnya.

Mashberg mengatakan juga menemukan hal yang menarik mengenai karya-karya Rembrandt. “Kami terkejut mengetahui bahwa ada 81 kasus pencurian karya Rembrandt dalam 100 tahun terakhir. Sedikitnya ada 1.000 karya Rembrandt tersebar di Amerika, Eropa, Kanada, dan berbagai belahan dunia lainnya. Nama Rembrandt begitu dikenal bahkan bagi penjahat biasa,” ujar Mashberg.

Lukisan Rembrandt adalah salah satu karya seni yang paling banyak dicuri setelah karya-karya Pablo Picasso. Mashberg mengatakan karya seni yang dipamerkan secara terbuka di berbagai museum memudahkan pencurian.

Pencurian karya seni lebih sering terjadi dari yang kita perkirakan. Namun, menurut Amore, 80 persen kasus pencurian berhasil dipecahkan, karena pencuri kesulitan menjual karya-karya itu tanpa mengundang perhatian. Sayangnya, sampai saat ini karya-karya seni yang dicuri dari Museum Isabella Stewart Gardner di Boston itu belum juga ditemukan.

 

4. Pemilik Warung Gagalkan Pencurian Motor

Kamis, 29 September 2011 – 11:53 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Pemilik warung makan di Jalan Bersih Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Bogor berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor tadi malam. Walau ditodong pistol, nyali Boim 45, pemilik warung makan tidak gentar.

Ia menuturkan, aksi tersebut bermula ketika pengendara sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi F 4887 LY hendak mampir ke warung makannya.

Pelaku yang diduga telah mengikuti korban, beraksi ketika korban masuk warung makan.
Melihat kelengahan sang korbannya, pelaku langsung menjebol kontak motor dengan kunci leter T yang dibawa.

Ketika kunci sudah dibobol, pelaku berniat memutar kendaraannya ke Jalan Tegar Beriman, namun usaha pelaku tidak berjalan dengan mulus, disaat yang bersamaan, korban meneriakkan maling yang disambut dengan aksi spontanitas dari Boim pemilik rumah makan, dengan menendang pelaku pencurian hingga terjatuh dari motornya.

“Pelaku yang berjumlah dua orang dengan membawa motor Yamaha Mio Soul, sempat menodong pistolnya dan mengancam akan menembak dan membunuh saya,” ujar Boim.

Pelaku yang gagal menjalankan aksinya langsung melarikan diri menuju ke Jalan Tegar Beriman.

Dalam dua bulan terakhir telah terjadi tiga kasus pencurian sepeda bermotor di wilayah tersebut. Padahal lokasi tersebut tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor dan Markas Polres Kabupaten Bogor.

5. Polrestabes Surabaya Bentuk Timsus Pencurian Pulsa

Rabu, 12 Oktober 2011 17:25 wib

detail berita

SURABAYA- Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyiapkan 1 tim khusus untuk menangani kasus perampokkan pulsa yang kian marak. Tim yang beranggotakan 2 orang ini memang memiliki keahlian di bidang IT dan cybercrime.Tim tersebut jika ada kasus juga memiliki kewenangan untuk berkordinasi dengan sejumlah provider.”Untuk kasus perampokkan pulsa kami sudah siapkan 1 tim. Mereka akan menangani secara khusus kasus perampokkan pulsa,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Indarto kepada Wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (12/10/2011).Indarto juga mengatakan, sejauh ini memang belum ada laporan secara resmi dari masyarakat terkait perampokkan pulsa ini. Memang sebelumnya ada kabar ada korban yang melapor.”Tapi setelah saya cek belum ada. Dia masih berkordinasi dengan anggota terkait kasus yang menimpanya itu. Belum ada laporan resmi,” tambahnya.Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak takut melapor jika memang menjadi korban. Nanti dari kepolisian akan mencari bukti-bukti untuk penyelidikkan kasus.”Masyarakat jangan takut lapor. Kalau memang ada yang dirugikan kami siap membantu. Asalkan harus ada laporan resmi,” tandas mantan Kasubdit I/Pidum Ditreskrimmum Polda Jatim.

6. Beraksi Siang Bolong, Pencuri Babak Belur

10/10/2011 16:22
 
Solo: Seorang pencuri babak belur dihajar warga setelah kepergok mencuri di rumah warga Kampung Sekip, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (10/10) siang. Pelaku bernama Wahyu Utomo harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat jahitan di bagian pelipis dan dagu karena babak belur dihajar warga.Wahyu yang beraksi di rumah seorang pengusaha kayu dipergoki oleh korban. Saat beroperasi rumah dalam keadaan kosong karena sejumlah pegawai tengah salat. Pelaku sempat menggondol harta korban. Saat akan keluar kamar, pemilik rumah melihatnya. Pelaku sempat berupaya melukai korban, namun massa keburu datang.Tak hanya babak belur dihajar massa, sepeda motor pelaku tak luput dari amukan warga. Untungnya massa tak terprovokasi untuk membakar motornya. Amarah massa ini tak terkendali akibat banyaknya kasus pencurian di wilayah mereka. Dalam dua pekan terakhir warga kehilangan sejumlah barang elektronik hilang.

7. Mencuri Helm, Pelajar SMK Babak Belur

12/10/2011 21:57

Ciamis: Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan babak belur dipukuli setelah kepergok mencuri helm di sebuah sekolah di Ciamis, Jawa Barat, Rabu (12/10). Setelah diamankan polisi, ternyata di dalam tas tersangka terdapat perhiasan hasil curian.Restu terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Hampir sekujur tubuhnya mengalami luka lebam dan robek akibat amukan massa yang geram atas perbuatannya.Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap tas milik tersangka, polisi menemukan perhiasan serta arloji yang juga hasil pencurian. Atas perbuatannya kini tersangka harus mendekam ruang tahanan Mapolres Ciamis untuk menjalani pemeriksaan.

8. Pencurian Benda Antik

Selasa, 4 Oktober 2011 21:16 WIB

Pencurian Benda Antik

Seorang anggota kepolisian menunjukkan barang bukti berupa benda antik yang di sita dari tersangka Paino (27 tahun) di Polsek Laweyan, Solo, Selasa (4/10). Pencurian benda antik yang merupakan koleksi mantan Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi tersebut ditaksir bernilai milyaran rupiah.

 

9. Kawanan Maling Bobol ATM di Dalam Minimarket

13/10/2011 00:51

Palembang: Kawanan maling membobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri dalam Indomart di Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (12/10). Uang senilai Rp 150 juta di dalam mesin uang tersebut dibawa kabur para pelaku.

Para penjahat masuk ke Indomart dengan cara membobol tembok. Hasil penyelidikan polisi, kawanan pencuri beraksi pada tengah malam. Dua orang pelaku terlihat dalam rekaman kamera pengawas namun menggunakan penutup wajah dan memakai sweater.

Pihak Bank Mandiri menduga uang yang dibawa kabur sekitar Rp 150 juta. Sedangkan uang senilai Rp 200 juta lebih masih tersimpan di dalam mesin ATM. Polisi menduga para pencuri telah memetakan keadaan di dalam toko swalayan dan merencanakan aksinya dengan rapih.

 

10. Bobol Rumah, Residivis Babak Belur Dihajar Massa

07 Oktober 2011 | 18:10 wib

Solo, CyberNews. Wahyu Utomo (28), warga Kampung Pundung Gede RT 02 / RW 02, Kadipiro, Banjarsari, tergeletak tak berdaya di ruang IGD RS Brayat, Jumat (7/10) siang. Residivis kasus pencurian ini babak belur dihajar puluhan warga Sekip, Banjarsari setelah ketahuan membobol salah satu rumah warga, sekira pukul 12.30.

Kapolsek Banjarsari Kompol Erin H Dinata didampingi Kanit Reskrim AKP Edi Hartono mengatakan, saat itu tersangka membobol rumah milik Ahmad Suratno di Jalan Kolonel Sugiyono No 187 RT 03 / RW 08, Sekip, Banjarsari. Tersangka masuk ke rumah pengusaha las itu, dengan cara merusak gembok dan pintu rumah. Dia datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Namun, aksi nekat residivis pencurian ini kepergok pemilik rumah, Ahmad, yang baru saja pulang usai menunaikan ibadah Shalat Jumat. Saat pulang, Ahmad melihat tersangka berada di salah satu kamar di rumahnya.

Karena aksinya diketahui oleh korban, tersangka Wahyu lalu mencoba melukai korban Ahmad dengan kayu sepanjang satu meter yang ada di dalam rumah. Namun tak berhasil. Tersangka akhirnya lari dan kabur. Dia lantas diteriaki maling oleh Ahmad.

Di luar, sejumah warga setempat yang mendengar teriakan, lalu mengejar tersangka dan menghajarnya habis-habisan. Oleh Polisi, tersangka kemudian dilarikan ke RS Brayat. Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tas jinjing hitam berisi dua unit ponsel dan sejumlah uang tunai, serta perhiasan.

Kanit Reskrim Banjarsari AKP Edi Hartono kemarin menambahkan, jika nanti tersangka wahyu sudah diijinkan pulang oleh dokter RS Brayat, maka jajarannya bakal langsung menindaklanjuti kasus ini.

Pihak Polsek Banjarsari akan menjebloskan residivis tersebut ke dalam ruang tahanan Mapolsek dan menjeratnya dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.